#JalanPagi: Kenapa Surabaya Hijau dan Bersih?

Setelah beberapa hari menjadi warga sementara di Surabaya, saya langsung menikmati fasilitas umumnya yang sangat nyaman buat #JalanPagi.

Sejak dulu, salah satu tempat favorit saya untuk berolahraga santai adalah Taman Flora Surabaya. Biasa disebut Taman Bibit juga.

Kenapa saya lebih sering memilih tempat ini?

Suasananya sangat nyaman. Banyak pohon yang sudah tinggi-tinggi. Ini seperti hutan kecil di tengah kota.

Selain itu, di antara pohon dan tamam bunga, tersedia trek untuk berlari atau sekadar jalan santai. Treknya terbuat dari ubin, dan sebagian lagi menggunakan paving blok. Tentu sangat nyaman untuk jogging.

Selain itu, ada juga kolam dan air mancur. Bunyi percikan airnya seolah-olah bunyi air di sungai besar. Meneduhkan.

Kemudian ada juga berbagai jenis burung. Dan paling ujung, terdapat banyak rusa dari yang dewasa hingga yang baru lahir.

Sebagai penambah semangat olahraga, disediakan juga beberapa peralatan statis untuk menggerakan tubuh.

Hal yang tidak kalah penting, ada toilet yang lumayan bersih. Setiap pengunjung, pasti memiliki kemungkinan untuk kencing atau berak, maka keberadaan WC menjadi sangat penting. Bila tidak, maka taman ini akan jadi pesing dan bau busuk.

Taman ini nyaris sempurna dengan adanya taman baca, lalu ada juga pusat pelatihan IT bagi warga. Semua layanan itu tentu saja gratis, dan dilayani dengam baik dan ramah oleh petugasnya.

Saat kita berolahraga, petugas di taman akan tetap bekerja tanpa merasa terganggu sedikit pun.

Selama beberapa kali #JalanPagi di sini, saya akhirnya mengerti, kenapa kotanya Ibu Risma ini terkenal dengan tamannya yang hijau dan bersih?

Setiap pagi, sekitar pukul 05.00, petugas sudah mulai menyapu. Saat kita masuk ke taman dan mulai berlari pelan, mereka tidak pernah melarang atau menunjukkan rasa tidak suka sedikit pun.

Biasanya kan, orang yang sedang bekerja, khususnya lagi yang sedang menyapu, akan mangkel hatinya bila ada yang lalu-lalang di tempat dia bekerja. Di Kupang-NTT, sering kali saya mendapat dampratan seperti ini, “Woe…, lu sonde ada mata ko? Orang lagi kerja lu mondar-mandir. Tunggu tahan di situ.

Di sini, mereka tetap begitu fokus dengan pekerjaannya. Saking mencintai pekerjaannya, mereka tidak menganggap orang lain sebagai pengganggu. Mereka bekerja dengan senang hati, dan itu terpancar dari sikap ramah yang terlihat.

Selain penyapu, berikutnya ada lagi yang bertugas menyiram tanaman. Ada yang memotong dahan pohon yang dianggap mengganggu kenyamana dan keamanan lingkungan sekitar taman. Dan masih banyak lagi yang lainnya.

Mereka bekerja sepanjang hari. Bila agak siang atau sore sudah tampak kotor lagi oleh daun-daun yang gugur, mereka mulai menyapu lagi. Begitu seterusnya. Makanya selalu terlihat bersih dan nyaman bagi pengunjung.

Nah, sudah bisa temukan alasannya, kan? Surabaya bisa hijau dan bersih karena ada SDM atau pekerja yang ahli dan senang mengurusi taman. Semua fasilitas umum ditempatkan petugas khusus untuk merawatnya.

Sekarang, kita bandingkan dengan kota lain, misalnya Kupang-NTT.

Masalah sampah di Kupang itu belum terurai dengan baik sampai saat ini. Saya perhatikan, orang lebib banyam membuat kampanye agar orang sadar membuang sampah pada tempatnya.

Tindakan itu tidak salah. Bagus. Hanya saja, agak kurang relevan lagi.

Saya yakin sekali, sebagian besar warga yang tinggal di kota itu berpendidikan baik. Mereka pasti sudah paham soal kebersihan. Mereka sudah rutin membersihkan rumah dan halamannya.

Masalah justru terjadi setelah membersihkan rumah, sampahnya mau dibuang ke mana?

Begitu keluar rumah, jalan kiri-kanan, tidak juga ditemukan tempat sampah umum, maka apa yang dilakukan selanjutnya?

Jelas! Mereka buang sembarang saja. Ada lahan kosong dan sepi, cocok sekali menjadi sasaran sampah. Ada sungai atau jurang, langsung lepas kantongan sampah ke bawah.

Mestinya bagaimana?

Menurut saya, pemerintah itu harus menyiapkan fasilitas umum untuk penatalaksanaan sampah. Buatkan tempat pembuangan sampah sementara di dekat pemukiman warga. Lalu, setiap pagi dan sore, ada petugas yang mengangkut sampah tersebut, kemudian dibawa ke tempat pembuangan akhir. Di tempat akhir itu, sampah akan diuraikan dengan berbagai cara, supaya tidak terlalu berdampak bagi lingkungan.

Apakah hal seperti itu sudah ada di Kota Kupang? Mungkin ada, tapi belum merata. Atau petugasnya belum menjangkau seluruh wilayah. Makanya orang selalu mengeluh di jalan umum dekat bukit cinta, sudah jadi bukit sampah juga.

Itu untuk masalah sampah rumah tangga. Lalu, untuk fasilitas umumnya seperti jalan protokol dan taman-taman kota, tidak bisa tidak, harus ada petugas yang merawatnya. Petugasnya bekerja sepanjang waktu, tentu saja dibuat per sif. Mereka bertanggung jawab dengan kebesihan di sekitar taman, juga kehijauannya dengan cara menyiram secara rutin. Tambahkan pupuk kompos sekali-sekali.

Saya kira, membuat kota menjadi hijau dan bersih itu sederhana sekali. Asal pemimpin daerahnya punya kemauan saja. Kalau tidak mampu, ya datang belajar ke daerah yang lebih mampu. Jangan sok-sokan ke luar negeri segala, datang ke Surabaya saja sudah cukup.

Satu hal yang paling penting, saat merekrut tenaga kerja yang bertanggung jawab dengan taman dan kebersihan kota, pastikan orangnya memang punya niat bekerja. Bukan karena ponakan atau ada hubungan keluarga dengan pejabat tertentu.

Kalau praktik KKN tetap berlaku, ya, pasti tidak akan efektif. Begitu nanti ada menegurnya, dengan muka keram dia akan balik menyerang:

Ko lu siapa? Beta pu Om yang pejabat X sa ju. Lu mau apa?”

Nah, kalau mental kita masih seperti itu, lebih baik tidur-tidur saja.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web Anda di WordPress.com
Mulai
%d blogger menyukai ini:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close